-->

Hampir Setahun Menjabat, Visi Bupati Dairi Dinilai Mandek dan Tak Menyentuh Kepentingan Rakyat

Visi dan misi Bupati Dairi yang diklaim sebagai upaya menata kota serta membangun Kabupaten Dairi hingga kini dinilai belum membuahkan hasil nyata. Na

Editor: PoskotaSumut.id author photo


DAIRI-Visi dan misi Bupati Dairi yang diklaim sebagai upaya menata kota serta membangun Kabupaten Dairi hingga kini dinilai belum membuahkan hasil nyata. Narasi pembangunan yang terus disampaikan ke publik terdengar indah, namun dalam praktiknya belum mampu menjawab persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat di berbagai sektor kehidupan.

Alih-alih menghadirkan terobosan kerja, masyarakat justru disuguhi aktivitas pejabat publik yang cenderung seremonial dan simbolik. Kegiatan-kegiatan tersebut dinilai tidak memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat, sehingga memunculkan kesan bahwa janji kampanye politik hanya berhenti sebagai alat legitimasi kekuasaan tanpa keberlanjutan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

Ketua GMNI Dairi, Andi Silalahi, menegaskan bahwa visi pembangunan yang disampaikan Bupati Dairi sejauh ini lebih menyerupai slogan politik dibandingkan agenda kerja yang terukur. Ia menilai politisasi visi pembangunan justru menutupi minimnya kerja nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan rakyat.

Kondisi sosial masyarakat Dairi saat ini dinilai semakin memprihatinkan. Kegelisahan publik meningkat seiring banyaknya kejadian di lingkungan masyarakat yang berujung pada cidera, rasa tidak aman, serta menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi perlindungan dan pelayanan publik.

Sejumlah persoalan krusial hingga kini belum tertangani secara serius, di antaranya kerusakan infrastruktur jalan, buruknya pelayanan RSUD Sidikalang, meningkatnya kriminalitas dan kekerasan seksual, minimnya lapangan kerja, lemahnya pengawasan di sektor pendidikan, bebasnya operasional hiburan malam tanpa izin, serta maraknya peredaran narkoba di Kabupaten Dairi.

Ironisnya, Bupati Dairi terus mengulang visi pembangunan yang menekankan prinsip sejahtera, berdaya saing, merata, berkeadilan, dan berkelanjutan di setiap kesempatan bertemu masyarakat. Namun, memasuki hampir satu tahun masa kepemimpinan, visi tersebut dinilai belum menunjukkan arah kebijakan yang jelas dan masih sebatas retorika tanpa realisasi konkret.

Atas kondisi tersebut, GMNI Dairi menyatakan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Dairi masih gagal menghadirkan terobosan strategis sesuai harapan masyarakat. GMNI menegaskan bahwa jika tidak ada perubahan arah kebijakan dan kerja nyata, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah akan terus mengalami penurunan.(capah)

Share:
Komentar

Berita Terkini