LABUSEL – Hitung mundur dimulai. Kabupaten Labuhanbatu Selatan genap 18 tahun di 2026. Dan Pemkab tidak mau pesta ulang tahunnya datar-datar saja. Senin (08/06/2026), Bupati Fery Sahputra Simatupang langsung memimpin rapat koordinasi maraton di Aula Lantai III Kantor Bupati. Targetnya satu: Hari Jadi ke-18 harus meledak, tapi tetap berbobot.
Wakil Bupati Syahdian Purba Siboro, Sekda M. Reza Pahlevi Nasution, seluruh kepala OPD, camat, sampai unsur pelaksana turun semua. Tak ada yang boleh ketinggalan gerbong. Karena menurut Bupati Fery, peringatan Hari Jadi bukan urusan Bagian Umum saja. Ini pesta seluruh Labusel.
18 Tahun, Saatnya Naik Kelas
Bupati Fery membuka rapat dengan nada tegas tapi mengajak. Baginya, usia 18 tahun itu usia dewasa. Saatnya Labusel berhenti jadi “anak baru”. Saatnya memperkuat semangat kebersamaan dan mengajak semua elemen daerah ikut turun ke panggung.
“Hari Jadi Kabupaten Labuhanbatu Selatan harus menjadi milik seluruh masyarakat. Karena itu, kegiatan yang dilaksanakan harus mampu menghadirkan kebersamaan, menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah, dan menjadi ruang bagi masyarakat untuk turut berpartisipasi,” ucap Fery.
Artinya sederhana: jangan cuma pejabat yang sibuk di panggung. Warga, UMKM, seniman, pelajar, semua harus kebagian sorot lampu.
Agenda Disiapkan: Dari Lapangan Sampai Panggung Seni
Rangkaian yang digodok cukup lengkap. Ada laga olahraga dan lomba-lomba rakyat yang memicu tawa dan keringat. Ada pertunjukan seni budaya untuk mengingatkan kita dari mana Labusel berasal. Ada pameran UMKM biar produk lokal naik kelas. Tak lupa kegiatan sosial, biar pesta ini juga punya hati.
Semua dirancang bukan sekadar meriah. Tapi untuk satu tujuan: memperkenalkan potensi Labusel dan merekatkan jarak antara pemerintah dengan rakyatnya.
Rapat tak hanya membahas konsep. Setiap OPD disodorkan cermin: kesiapanmu sejauh mana? Langkah strategis apa yang sudah disiapkan? Bupati minta semua ambil peran sesuai tupoksi. Tak ada penonton di ruang kerja pemerintahan.
Sederhana Tapi Berkesan, Itulah Kuncinya.
Di tengah efisiensi anggaran, Bupati Fery menantang jajarannya berpikir kreatif. Tak ada alasan “anggaran mepet jadi acaranya pas-pasan”.
“Kita ingin menghadirkan perayaan yang sederhana namun berkesan, tertata dengan baik, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat kebersamaan dan kerja sama menjadi modal utama untuk mewujudkan hal tersebut,” tegasnya.
Modal utama bukan uang besar. Tapi gotong royong. Karena pesta rakyat yang sesungguhnya bukan dilihat dari megahnya panggung, tapi dari lebarnya senyum warga yang merasa dilibatkan.
Dengan rapat koordinasi ini, Pemkab Labusel mengunci satu tekad. Hari Jadi ke-18 harus berjalan lancar, meriah, dan meninggalkan jejak. Jejak kebersamaan yang jadi bahan bakar Labusel untuk melaju lebih maju dan berdaya saing. (Haryan Harahap).
