-->

Knalpot Brong Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Maut di Jalinsum Sergai, Pengendara Honda CBR Tewas

Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM 48-49, sekitar 30 meter dari Simpang Warung Tubruk (Wartub), Dusun Darul Am

Editor: PoskotaSumut.id author photo


SERDANG BEDAGAI – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM 48-49, sekitar 30 meter dari Simpang Warung Tubruk (Wartub), Dusun Darul Aman, Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 16.40 WIB.

Seorang pengendara sepeda motor Honda CBR 150 bernomor polisi BK 2270 AHD, DAD alias Dhafin (19), warga Dusun Jambu, Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, meninggal dunia di lokasi kejadian setelah bertabrakan dengan sebuah truk Colt Diesel Mitsubishi BK 8134 EV bermuatan batu bata.

Berdasarkan informasi di lokasi, korban melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Perbaungan. Diduga sepeda motor yang menggunakan knalpot brong itu melaju dengan kecepatan tinggi.

Saat tiba di lokasi kejadian, dari arah berlawanan melintas truk Colt Diesel yang dikemudikan Syaiful Amri (31), warga Dusun II, Desa Paya Lombang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Sergai.

Diduga korban kehilangan kendali hingga sepeda motor oleng ke kanan dan menghantam bagian depan kanan truk. Benturan keras menyebabkan tubuh korban terpental hingga menghantam kaca depan truk yang pecah, sementara sepeda motor beserta korban terseret sekitar delapan meter sebelum truk berhasil dihentikan.

Suara benturan keras membuat warga sekitar berhamburan menuju lokasi. Korban ditemukan tergeletak di badan jalan dalam kondisi tidak bergerak, sedangkan sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan parah.

Melihat kondisi korban yang mengalami luka berat, warga menutup tubuh korban sembari menunggu petugas datang ke lokasi.

Tak lama berselang, personel Unit Gakkum Satlantas Polres Sergai yang dipimpin Kanit Gakkum Ipda Nauli Siregar bersama Kasat Lantas Polres Sergai AKP Gokma W. Silitonga tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke RSUD Sultan Sulaiman, Firdaus.

Hasil identifikasi menunjukkan korban meninggal dunia akibat mengalami luka robek di bagian kepala, memar pada mata kanan, serta mengeluarkan darah dari hidung dan telinga.

Sementara itu, sopir truk juga mengalami luka akibat pecahan kaca depan yang terkena benturan tubuh korban. Selain mengalami luka di wajah, tiga gigi sopir dilaporkan patah. Setelah menjalani perawatan di RSUD Sultan Sulaiman, sopir kembali ke lokasi untuk dimintai keterangan oleh penyidik Satlantas Polres Sergai.

Kepada petugas, Syaiful Amri menjelaskan truk yang dikemudikannya mengangkut sekitar 5.000 batu bata dari Lubuk Pakam dengan tujuan Pematangsiantar.

"Kami tadi siang muat batu bata di Lubuk Pakam dan rencananya akan diantar ke Pematangsiantar," ujarnya.

Di lokasi kejadian, sejumlah rekan kerja korban juga berdatangan setelah mendapat kabar kecelakaan tersebut. Mereka menyebut korban bekerja di Point Coffee Tebing Tinggi, sedangkan mereka bertugas di Lubuk Pakam.

"Tadi kami mendapat kabar, makanya langsung datang ke sini. Kami satu pekerjaan di Point Coffee. Dhafin ditempatkan di Point Coffee Tebing Tinggi, sedangkan kami di Lubuk Pakam. Mungkin dia baru pulang kerja dan ingin cepat sampai rumah," ujar salah seorang rekan korban.

Untuk kepentingan penyelidikan, Satlantas Polres Sergai mengamankan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan ke kantor Satlantas Polres Sergai. Polisi juga masih memeriksa sopir truk serta sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Sementara itu, jenazah Dhafin telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.(Ebiet)

Share:
Komentar

Berita Terkini