-->

Perbati Siapkan Nahkoda Baru di Sumut, Zainuddin Lubis Digadang Pimpin Pembinaan Tinju Amatir

Pengurus Besar Tinju Amatir Indonesia (Perbati) terus memperkuat konsolidasi organisasi di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya membangun prestas

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN
– Pengurus Besar Tinju Amatir Indonesia (Perbati) terus memperkuat konsolidasi organisasi di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya membangun prestasi tinju nasional. Salah satu fokus saat ini adalah melakukan penyegaran kepengurusan Perbati Provinsi Sumatera Utara dengan mengusulkan Zainuddin Lubis sebagai calon Ketua Perbati Sumut.

Ketua Umum Perbati Ray Zulham Faras Nugraha melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) Benget Simorangkir mengatakan, hingga Juli 2026 Perbati telah membentuk kepengurusan di 28 provinsi di Indonesia. Sejak berdiri, organisasi yang berafiliasi dengan World Boxing dan diakui oleh International Olympic Committee (IOC) tersebut terus aktif menggelar berbagai kejuaraan nasional maupun internasional sebagai bagian dari pembinaan atlet.

"Perbati terus melakukan penguatan organisasi di daerah. Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi besar melahirkan petinju-petinju berprestasi sehingga perlu didukung dengan kepengurusan yang solid," kata Benget Simorangkir melalui sambungan telepon, Minggu (26/7/2026).

Menurut Benget, Perbati Sumatera Utara sebenarnya telah dilantik secara nasional pada November 2025 di Bali bersama kepengurusan provinsi lainnya. Namun, untuk menjaga keberlangsungan organisasi, diperlukan penyegaran kepemimpinan.

Sebelumnya, jabatan Ketua Perbati Sumut diamanahkan kepada mantan Bupati Langkat Syah Afandin atau yang akrab disapa Ondim. Namun, seiring adanya persoalan hukum yang dihadapi, Pengurus Besar Perbati melakukan evaluasi dan mengusulkan figur baru untuk melanjutkan roda organisasi.

Setelah melalui berbagai pertimbangan internal, nama Zainuddin Lubis dinilai sebagai sosok yang tepat memimpin Perbati Sumatera Utara.

"Beliau memahami organisasi Perbati dan memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan pembinaan tinju di Sumatera Utara. Kami optimistis di bawah kepemimpinan beliau, Perbati Sumut akan berkembang lebih baik," ujar Benget.

Ia menambahkan, selama ini Perbati Sumut tetap aktif mengikuti berbagai agenda nasional, mulai dari pelatihan wasit dan hakim, hingga mempersiapkan atlet menghadapi kejuaraan nasional di Manado yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Ke depan, kata Benget, prioritas utama Perbati Sumut adalah memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota. Komunikasi telah dibangun dengan sejumlah daerah, seperti Kota Binjai, Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Kota Tanjungbalai, dan Kabupaten Asahan untuk membentuk kepengurusan daerah.

Selain konsolidasi organisasi, Perbati Sumut juga berencana melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, guna memperkenalkan organisasi sekaligus meminta dukungan terhadap pengembangan olahraga tinju amatir di provinsi tersebut.

Benget menegaskan bahwa Perbati memiliki legalitas organisasi yang jelas dan menjadi wadah resmi pembinaan olahraga tinju amatir di Indonesia. Karena itu, ia berharap Perbati dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Sementara itu, Zainuddin Lubis menyatakan kesiapannya apabila dipercaya memimpin Perbati Sumatera Utara. Ia menyadari amanah tersebut bukanlah tugas yang ringan, namun optimistis dapat membawa organisasi menjadi lebih maju melalui kerja sama seluruh pengurus.

"Bismillah, insyaallah saya siap. Mohon doa dan dukungan dari seluruh pengurus, baik di tingkat pusat maupun Sumatera Utara. Semoga amanah ini dapat membawa berkah bagi kemajuan atlet-atlet tinju kita dan semakin mengharumkan nama Perbati di tingkat nasional maupun internasional," ujar Zainuddin yang akrab disapa Zai.

Catat Prestasi Nasional dan Internasional

Hingga Juli 2026, Pengurus Besar Perbati telah menorehkan sejumlah capaian penting dalam pembinaan olahraga tinju nasional.

Prestasi terbesar diraih saat menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Tinju U-19 dan U-23 2026 (Asian Boxing U-19 & U-23 Championships) yang berlangsung di Basket Hall Senayan, Jakarta, pada 3–16 Juli 2026. Kejuaraan tersebut diikuti 329 petinju dari 20 negara Asia.

Pada ajang tersebut, Indonesia berhasil melampaui target dengan meraih tujuh medali, terdiri atas satu medali emas, satu perak, dan lima perunggu. Medali emas dipersembahkan Anggie Intania Chalik di kelas 45–48 kilogram setelah mengalahkan petinju asal India. Prestasi itu sekaligus mengakhiri penantian 34 tahun Indonesia meraih medali emas tinju amatir di level Asia.

Sebelumnya, Perbati juga sukses menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju 2026 di Ragunan, Jakarta, pada 11–14 Februari 2026. Ajang tersebut diikuti 120 petinju dari berbagai daerah dan menjadi seleksi nasional untuk membentuk skuad Pelatnas menuju Kejuaraan Asia serta persiapan jangka panjang menghadapi Olimpiade Los Angeles 2028.

Tidak berhenti di situ, Perbati kini juga tengah menyiapkan agenda besar berikutnya, yakni menghidupkan kembali Kejuaraan Tinju Internasional Piala Presiden (President's Cup) yang direncanakan berlangsung pada 2027 sebagai bagian dari upaya meningkatkan jam terbang dan daya saing petinju Indonesia di kancah dunia.

Share:
Komentar

Berita Terkini