MEDAN – Persoalan infrastruktur masih menjadi keluhan utama masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) III Kota Medan yang meliputi Kecamatan Medan Deli, Medan Perjuangan, Medan Tembung, dan Medan Timur. Mulai dari banjir akibat buruknya drainase, jalan rusak, kemacetan, hingga dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengurusan administrasi kependudukan mencuat dalam kegiatan Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan, Ahmad Afandi Harahap, Minggu (26/7/2026).
Reses dilaksanakan di dua lokasi, yakni pukul 10.00 WIB di Jalan Platina V, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, dan dilanjutkan pukul 14.00 WIB di Jalan Letda Sujono, Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung.
Dalam sambutannya, Ahmad Afandi Harahap menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sebelum diperjuangkan dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan.
"Saya mengajak seluruh masyarakat yang hadir agar menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing. Seluruh aspirasi akan kami catat dan kami perjuangkan agar mendapat perhatian dari pemerintah," ujarnya.
Pada sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka alami.
Sukmawati, warga Jalan Platina V yang juga merupakan guru di MDTA Al-Ghofari, mengeluhkan banjir yang kerap merendam Jalan Platina V hingga setinggi lutut setiap kali hujan turun
Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar karena banyak orang tua enggan mengantar anaknya ke sekolah akibat akses yang tergenang air
"Saya mohon agar jalan dan drainase dari Jalan Alfalah hingga Jalan Platina V segera diperbaiki. Banjir ini sangat mengganggu aktivitas sekolah," ungkapnya.
Keluhan berikutnya disampaikan Naimah, warga Jalan Platina II Lingkungan XI. Ia meminta Pemerintah Kota Medan segera melakukan pengecoran jalan menuju area pemakaman yang menghubungkan Jalan Platina II hingga Jalan Benteng.
Menurutnya, kondisi jalan yang masih berupa tanah dan berlubang menyulitkan masyarakat saat mengantar jenazah ke pemakaman.
"Kalau hujan jalannya becek. Kami khawatir saat membawa jenazah menggunakan keranda dorong bisa tergelincir. Mohon jalan menuju kuburan segera dicor," harapnya.
Sementara itu, Alamsyah Batubara, warga Jalan Letda Sujono, Kelurahan Bandar Selamat, menyampaikan tiga persoalan sekaligus.
Pertama, ia mengeluhkan kerusakan jalan di sekitar pintu keluar jalan tol yang dipenuhi lubang dan membahayakan pengguna jalan.
Kedua, ia menyoroti aktivitas bongkar muat kendaraan di badan jalan dekat pintu keluar tol yang dinilai menjadi penyebab utama kemacetan, terutama pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB saat arus lalu lintas sedang padat.
Ketiga, Alamsyah mengungkapkan adanya dugaan pungutan sebesar Rp100 ribu yang diminta oknum kepala lingkungan saat anaknya mengurus penggantian KTP yang hilang.
Keluhan lainnya datang dari Tika, warga Gang Boya, Jalan Letda Sujono. Ia mengeluhkan lampu penerangan jalan yang mati karena hilang serta banyaknya sampah yang menyumbat saluran drainase sehingga memicu banjir saat hujan turun.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ahmad Afandi Harahap memastikan seluruh laporan masyarakat akan segera ditindaklanjuti dan disampaikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar mendapat penanganan secepatnya.
Ia juga meminta pemerintah kecamatan dan kelurahan memberikan perhatian serius terhadap seluruh persoalan yang disampaikan warga, khususnya terkait dugaan pungutan liar dalam pengurusan administrasi kependudukan.
"Mengenai dugaan adanya pungutan dalam pengurusan administrasi kependudukan, saya meminta camat dan lurah segera menindaklanjuti. Pengurusan administrasi kependudukan seharusnya tidak dipungut biaya. Jika masyarakat membutuhkan bantuan, silakan berkoordinasi dengan tim kami agar proses pengurusan dapat dilakukan sesuai ketentuan tanpa biaya," tegasnya.
Terkait persoalan sampah yang menyumbat drainase, Afandi juga mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah banjir.
"Saya mengajak seluruh masyarakat, termasuk para pemuda, untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan rutin bergotong royong membersihkan drainase. Permasalahan ini harus diselesaikan bersama antara pemerintah dan masyarakat," katanya.
Kegiatan reses tersebut turut dihadiri perwakilan Kecamatan Medan Deli, Kecamatan Medan Tembung, Kelurahan Titi Papan, Kelurahan Bandar Selamat, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan melalui UPT Medan Timur, Dinas Perhubungan Kota Medan, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
