KARO – Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.17 WIB.
Erupsi tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik yang teramati mencapai ketinggian sekitar 3.500 meter di atas puncak Gunung Sinabung.
Berdasarkan informasi dari petugas pemantau Gunung Sinabung, Armen Purba, abu vulkanik terpantau mengarah ke Timur dan Tenggara. Sementara itu, status Gunung Sinabung berada pada Level II atau Waspada.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, SSTP, MM, membenarkan bahwa Gunung Sinabung sedang mengalami erupsi.
Gelora mengimbau masyarakat, khususnya warga yang berada di sekitar kawasan Gunung Sinabung, agar tetap tenang dan tidak panik.
Meski demikian, masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi dan dampak sebaran abu vulkanik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada dan mengikuti seluruh arahan dari pemerintah serta petugas yang berwenang,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Karo juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan bahaya Gunung Sinabung.
Warga yang berada di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik diimbau menggunakan masker dan alat pelindung diri, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, masyarakat diminta mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, khususnya gangguan pernapasan.
Masyarakat juga diimbau menjaga sumber air dan bahan makanan agar terhindar dari paparan abu vulkanik.
Pemkab Karo turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Warga diminta untuk terus mengikuti perkembangan informasi melalui pemerintah dan instansi resmi yang berwenang.
Pemerintah Kabupaten Karo, lanjut Gelora, terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.
Informasi terbaru akan disampaikan kepada masyarakat sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.
“Tetap waspada, tetap tenang, dan ikuti informasi dari sumber resmi,” pungkasnya.
Berikut imbauan kepada masyarakat:
- Mematuhi seluruh rekomendasi dan arahan pemerintah serta petugas berwenang.
- Tidak memasuki atau melakukan aktivitas di kawasan rawan bahaya Gunung Sinabung.
- Menggunakan masker dan pelindung diri bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik.
- Mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, khususnya gangguan pernapasan, serta menjaga sumber air dan bahan makanan dari paparan abu.
- Tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
- Mengikuti perkembangan informasi melalui sumber resmi dan instansi terkait.
.png)