TEBINGTINGGI - Sempat Viral di Media Sosial (Medsos), berapa hari yang lalu. Sebanyak 5 orang Kepala Sekolah Dasar Negeri di Kota Tebingtinggi, tiba-tiba dicopot oleh Walikota Tebingtinggi dari jabatannya.
Dugaan sementara pencopotan jabatan terhadap ke 5 Kepala sekolah ini akibat tidak mau menyerahkan dana Revitalisasi, ke salah satu vendor atau pemborong yang sudah ditunjuk oleh walikota Tebingtinggi
Adapun Kelima orang kepala sekolah yang copot dari jabatannya,yaitu, Elisa Lubis, S.Pd seorang Disabilitas yang menjabat sebagai kepala sekolah SDN 163094, Tety Suryani, S.Pd Kepsek SDN 163095, Riski Kurniawan, S.Pd, Kepsek SDN 163084, Novi Rambe, S.Pd, M.Pd, Plt Kepsek SDN 163087, dan Reni, S.Pd Plt Kepsek SDN 166321.
Sementara, dana Revitalisasi untuk pembangunan Sekolah Dasar Negeri yang di terima oleh pihak kepala sekolah,jumlah anggarannya bervariasi yaitu, untuk SDN 163094 jumlah uang yang di terima untuk di kerjakan sebesar,(Rp.460.061.435), SDN 163095 (Rp. 531.013.203),SDN 163087 (Rp. 597.057.453),SDN 166321 (311.488.843),dan SDN 163084 jumlahnya mencapai (Rp.540.000.000),dimana anggaran ini bisa di tarik dengan penarikan melalui pertermin,yaitu ,termin pertama 30 persen,termin kedua 40 persen dan termin ketiga 30 persen.
Ketika di konfirmasi awak media Kepala Sekolah Dasar Negeri 163094 Elisa Lubis,S.Pd di dalam ruang kerjanya,mengatakan,dirinya sangat terkejut tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu,tiba tiba ia mendengar adanya pencopotan jabatan terhadap dirinya sebagai kepala sekolah,dan ia merasa pencopotan ini,di duga akibat dana Revitalisasi pembangunan sekolah yang tidak mau mereka serahkan kepada sala satu vendor atau pemborong yang ditunjuk oleh walikota tebingtinggi. Karena, tidak mau mengikuti peraturan maka dirinya bersama ke 4 kepala sekolah lainnya pun dicopot dari jabatannya.kata Elisa Lubis.
Elisa Lubis menambahkan,sebelum dirinya dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah dasar bersama ke 4 kepala sekolah lainnya, ke 4 kepala sekolah lainnya dipanggil oleh kepala dinas pendidikan kota Tebingtinggi Deni Saragih bersama Kabit Dikdas Karo-Karo,keruang kerjanya.
Sementara dirinya yang sakit tidak bisa berjalan hanya bisa duduk di kursi roda tidak dipanggil oleh kepala dinas pendidikan,dan di dalam kantor dinas pendidikan mereka satu persatu dipanggil masuk kedalam ruangan kerja kelapa dinas, dengan tidak boleh membawa tas atau handphone kedalam ruangan kepala dinas.
Meraka ditanya oleh kepala dinas pendidikan Deni Saragih, mengatakan"Ibu apa masih mau Tetap Disposisi". Kalau Saya sudah Royalitas kepada pimpinan, ibu harus Royalitas juga kepada saya "kata Deni Saragih kepada ke 4 kepala sekolah.
Karena tidak mau mengikuti perintah pimpinan, berselang beberapa hari, ia bersama ke 4 temannya tiba-tiba mendapat berita tanpa terlebih dahulu ada pemberitahuan mereka dicopot dari jabatan sebagai kepala sekolah dasar negeri, tutupnya.
Sedangkan kepala dinas pendidikan kota Tebingtinggi Deni Saragih S.E.saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, terkait pencopotan ke 5 kepala sekolah dasar, iya mengatakan, pencopotan 5 kepala sekolah itu sudah melalui persedur. Jad,i jabatan kepala sekolah itu bukan jabatan selamanya, melainkan hanya Guru tambahan saja.ucapnya
Ketika dirinya ditanya awak media mengenai adanya intimidasi kepada kelima guru tersebut,bahwa dirinya mengatakan "Apa Masih Mau Jadi Kepala Sekolah"dirinya membantah bahwa itu tidak benar.tutupnya.
Hingga sampai saat ini, kelima kepala sekolah yang dicopot tidak tahu nasibnya apa masih bisa mengajar lagi atau di non jobkan oleh kepala dinas pendidikan. Merasa tidak terima dengan keputusan ini mereka akan melaporkan kejadian ini Kejagung Republik Indonesia,dan siap untuk melawan Wali Kota Tebingtinggi dan Kadisdik Kota Tebingtinggi yang dzolim.(R.one)
