MEDAN – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Asyim Saputra, menyebut perekonomian Sumut masih menunjukkan ketahanan yang baik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Sumut tercatat sebesar 4,9 persen dan masih ditopang kuat oleh konsumsi rumah tangga.
"Aspek konsumsi menjadi penopang utama ekonomi kita. Lebih dari 51 persen pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara saat ini berasal dari konsumsi masyarakat," kata Asyim Saputra, pada Konferensi Pers, Selasa (9/6/2026) di ruang Dekranasda Sumut kantor Gubernur Sumatera Utara.
Menurut Asyim, perlambatan ekonomi di sejumlah negara tujuan ekspor, termasuk Rusia, turut berdampak terhadap pelaku ekspor dari Sumatera Utara. Namun, kondisi tersebut belum mengganggu stabilitas ekonomi daerah secara signifikan.
Ia optimistis kinerja ekonomi Sumut pada triwulan II akan semakin membaik seiring meningkatnya harga sejumlah komoditas unggulan yang menjadi andalan ekspor daerah.
Selain konsumsi rumah tangga, berbagai event nasional dan internasional yang digelar di Sumatera Utara juga diyakini mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian. Kegiatan tersebut berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka peluang usaha baru, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Di sisi lain, Asyim mengingatkan pentingnya menjaga inflasi agar tetap terkendali. Saat ini inflasi Sumut masih berada pada kategori moderat, meski beberapa komoditas seperti emas dan cabai merah menjadi penyumbang kenaikan harga.
"Harga cabai yang kembali naik hingga kisaran Rp80 ribu sampai Rp90 ribu per kilogram harus menjadi perhatian bersama. Yang terpenting adalah menjaga pasokan dan mengendalikan volatilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga," ujarnya.
Asyim juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan dan masyarakat kelas menengah bawah melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga program bantuan sosial dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengajak masyarakat berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung hingga 21 Agustus 2026. Sebanyak 12.300 petugas sensus akan melakukan pendataan di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
"Sensus ekonomi ini bertujuan menghasilkan data yang akurat untuk mendukung perencanaan pembangunan dan kebijakan yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat," pungkasnya.
Hadir pada kegiatan tersebut, Ka.Biro Perekonomian Provinsi Sumatera Utara Poppy Marulita dan Kabid informasi Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sumut Porman Mahulae
