MEDAN – Di tengah keluhan petani mengenai mahal dan sulitnya mendapatkan pupuk, Paviliun Kota Tebing Tinggi di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 menghadirkan kabar menggembirakan. Dinas Pertanian Kota Tebing Tinggi memperkenalkan pupuk cair organik yang murah, ramah lingkungan, dan dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman.
Produk tersebut dipamerkan di Paviliun Kota Tebing Tinggi dalam botol plastik berukuran sekitar 330 mililiter. Sekilas, deretan botol berisi cairan berwarna kecokelatan yang diletakkan di lantai tampak seperti barang biasa sehingga kerap luput dari perhatian pengunjung.
Namun, di balik tampilannya yang sederhana, pupuk cair tersebut menyimpan manfaat besar bagi sektor pertanian.
Petugas stan Paviliun Kota Tebing Tinggi, Vera Manurung dan Ino Censius Jewri Bobi Sipayung, menjelaskan bahwa penempatan botol di lantai memang sengaja dilakukan agar tidak tercampur dengan produk-produk pertanian lainnya yang turut dipamerkan.
"Memang sengaja diletakkan di lantai karena ini pupuk cair untuk tanaman. Kami ingin membedakannya dari produk-produk lain hasil Dinas Pertanian. Pupuk ini tidak dijual di PRSU, tetapi diperkenalkan kepada masyarakat. Bagi yang ingin mendapatkannya dapat berkoordinasi langsung dengan Dinas Pertanian Kota Tebing Tinggi," ujar Jewri Bobi Sipayung.
Menurutnya, pupuk cair organik tersebut merupakan hasil inovasi Dinas Pertanian Kota Tebing Tinggi yang memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna tinggi.
Bahan bakunya berasal dari limbah sayuran dan buah-buahan yang dipadukan dengan gula merah dan air, kemudian difermentasi selama kurang lebih 90 hari atau tiga bulan hingga menghasilkan pupuk organik cair yang siap digunakan.
Selain membantu mengurangi limbah organik, proses tersebut juga menghasilkan pupuk yang lebih ramah lingkungan serta berpotensi menekan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.
Pupuk cair organik ini dapat diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman, baik tanaman pangan, hortikultura, tanaman buah maupun tanaman hias, sehingga diharapkan menjadi salah satu alternatif bagi petani dalam meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.
Melalui keikutsertaan di PRSU 2026, Dinas Pertanian Kota Tebing Tinggi ingin memperkenalkan inovasi tersebut kepada masyarakat luas sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi sederhana berbasis limbah organik yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi sektor pertanian.
Kehadiran pupuk cair organik ini menjadi salah satu bukti bahwa inovasi di bidang pertanian tidak selalu harus mahal. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, masyarakat dapat menghasilkan pupuk berkualitas yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan mendukung pertanian berkelanjutan.
