MEDAN – Rumah Sakit (RS) Prof. Dr. Muhammad Ildrem terus berinovasi dalam meningkatkan layanan kesehatan jiwa di Sumatera Utara. Selain menghadirkan layanan teleconsulting berbasis digital, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ini juga mengembangkan program Daycare Rehabilitasi yang dilengkapi layanan antar-jemput gratis bagi pasien gangguan jiwa.
Direktur RS Prof. Dr. Muhammad Ildrem Sri Suriani Purnamawati menjelaskan, pasien gangguan jiwa pada dasarnya sama seperti penderita penyakit kronis lainnya, seperti diabetes atau hipertensi, yang membutuhkan pengobatan secara rutin dan berkelanjutan.
"Pasien menjalani pelayanan rawat jalan maupun rawat inap sesuai indikasi medis. Rawat inap diberikan kepada pasien yang berpotensi membahayakan diri sendiri, merusak lingkungan, atau membahayakan orang lain. Setelah kondisi membaik, pasien kembali menjalani rawat jalan dengan pengobatan yang harus dikonsumsi secara teratur," ujarnya pada Konfrensi Pers bersama Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Sumut, di Aula Dekranasda di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (16/7/2026).
Namun, tantangan terbesar justru muncul setelah pasien kembali ke rumah. Banyak keluarga kesulitan mendampingi anggota keluarganya karena harus bekerja, sehingga tidak sedikit pasien yang kembali kambuh. Bahkan, di sejumlah daerah masih ditemukan praktik pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) karena dianggap membahayakan.
Untuk mencegah kondisi tersebut, RS Prof. Dr. Muhammad Ildrem mengembangkan program Daycare Rehabilitasi, yakni layanan rehabilitasi sosial harian. Dalam program ini pasien datang pada pagi hari untuk mengikuti berbagai aktivitas terapi, kemudian kembali ke rumah pada sore hari.
Direktur mengakui, selama ini tidak semua keluarga mampu mengantar dan menjemput pasien setiap hari. Selain faktor ekonomi, banyak keluarga juga mengalami kesulitan dalam transportasi bagi pasien gangguan jiwa.
Sebagai solusi, rumah sakit meluncurkan mobil transportasi sosial yang digunakan khusus untuk menjemput dan mengantar pasien mengikuti kegiatan rehabilitasi.
Pengadaan kendaraan tersebut berasal dari kerja sama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) RS Prof. Dr. Muhammad Ildrem dengan Baznas, melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah sehingga layanan antar-jemput dapat diberikan tanpa membebani pasien.
"Kami berharap dengan adanya mobil transportasi sosial ini, program daycare rehabilitasi dapat berjalan lebih optimal sehingga semakin banyak pasien yang bisa memperoleh pendampingan secara berkelanjutan," katanya.
Selama mengikuti program daycare, pasien dibimbing mengikuti berbagai aktivitas yang bertujuan membangun kembali kemandirian dan kemampuan bersosialisasi. Kegiatannya meliputi pembinaan keagamaan, pelatihan keterampilan, hingga kegiatan produktif.
Pasien dilatih membuat berbagai produk seperti sabun cuci piring, eco-enzyme, serta kerajinan lainnya yang hasilnya dipasarkan melalui galeri rumah sakit. Selain itu, mereka juga dibekali keterampilan bercocok tanam, mulai dari menanam kangkung, cabai, jagung, hingga pengembangan budidaya maggot dan peternakan ayam petelur sebagai bagian dari terapi produktif.
Menurut Direktur, setelah mengikuti sekitar 20 kali sesi daycare, pasien umumnya mulai terbentuk kebiasaan positif yang dapat diterapkan di rumah. Rumah sakit juga berkoordinasi dengan keluarga agar aktivitas yang telah dipelajari selama rehabilitasi dapat terus dilanjutkan di lingkungan rumah.
"Stigma bahwa orang dengan gangguan jiwa tidak mampu berkarya harus dihilangkan. Faktanya mereka mampu menghasilkan karya, bekerja, bercocok tanam, melukis, bahkan menghasilkan produk yang bernilai ekonomi apabila mendapatkan pendampingan yang tepat," tegasnya.
Melalui inovasi teleconsulting dan Daycare Rehabilitasi yang didukung layanan antar-jemput gratis, RS Prof. Dr. Muhammad Ildrem berharap masyarakat semakin memahami bahwa layanan kesehatan jiwa bukan hanya mengobati pasien, tetapi juga membantu mereka kembali produktif, mandiri, dan diterima di tengah kehidupan sosial.
