KARO – Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung mulai berdampak hingga kawasan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih tergolong tinggi setelah kembali mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) pukul 10.17 WIB.
Petugas Pemantau Gunung Sinabung, Armen Purba, membenarkan bahwa material abu vulkanik telah terbawa angin hingga ke kawasan Berastagi.
“Berastagi memang sudah terkena abu. Untuk desa-desa mana saja yang terdampak, itu wewenang dan pendataan dari BPBD Karo, karena saya harus tetap standby memantau di pos,” ujar Armen saat dihubungi melalui telepon.
Menurut Armen, aktivitas Gunung Sinabung saat ini masih cukup tinggi. Pihaknya juga telah menyampaikan informasi resmi dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan perkembangan terbaru kepada masyarakat.
“Memang benar terjadi erupsi tadi pagi jam 10.17. Aktivitas gunung api Sinabung masih cukup tinggi. Dengan adanya erupsi tersebut, kami menginformasikan kepada masyarakat sekitar bahwa statusnya naik ke Siaga,” katanya.
Masyarakat Dilarang Mendekati Zona Bahaya
Seiring meningkatnya aktivitas vulkanik, masyarakat maupun wisatawan diminta tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya Gunung Sinabung.
Petugas menetapkan sejumlah batas aman untuk mengantisipasi ancaman awan panas guguran maupun guguran lava.
Adapun wilayah yang harus dihindari meliputi:
Zona radial, yakni radius 3 kilometer dari puncak kawah Gunung Sinabung.
Zona sektoral, yakni radius 6 kilometer pada sektor-sektor yang mengarah ke bukaan kawah dan dinilai rawan bencana.
Masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi petugas dan tidak melakukan aktivitas di kawasan yang telah dinyatakan berbahaya.
Abu Vulkanik Berpotensi Ganggu Kesehatan
Selain ancaman awan panas dan guguran lava, sebaran abu vulkanik juga menjadi persoalan yang perlu diantisipasi masyarakat.
Abu vulkanik yang terbawa angin dapat mengganggu aktivitas warga, terutama mereka yang berada di kawasan terdampak. Paparan abu juga berpotensi menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan.
Karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Sinabung maupun wilayah yang terkena hujan abu, termasuk Berastagi, diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Penggunaan masker atau pelindung pernapasan juga dianjurkan ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari petugas pemantauan gunung api dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo terkait perkembangan erupsi maupun wilayah yang terdampak.
Sinabung Kembali Aktif Setelah Ratusan Tahun
Gunung Sinabung dengan ketinggian sekitar 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) merupakan gunung api tipe stratovolkano yang berada di Kabupaten Karo.
Gunung tersebut kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada 2010 setelah sebelumnya tertidur selama kurang lebih 400 tahun.
Sejak kembali aktif, Gunung Sinabung telah beberapa kali mengalami erupsi dengan dampak berupa awan panas guguran dan hujan abu vulkanik.
Aktivitas tersebut tidak hanya berpotensi mengancam keselamatan warga yang berada di sekitar kawasan rawan bencana, tetapi juga dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan sektor pertanian di Kabupaten Karo.
Dengan kondisi aktivitas vulkanik yang masih tinggi saat ini, masyarakat diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dan wilayah terdampak hendaknya diperoleh dari petugas berwenang dan instansi pemerintah terkait.
.png)