MEDAN – Perkembangan kendaraan listrik (EV) di Indonesia dinilai memasuki fase yang semakin serius. Indomobil melihat pergeseran menuju kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan bukan lagi sekadar tren, tetapi telah menjadi bagian dari arah perkembangan industri otomotif nasional dan global.
CEO Indomobil Group, Santiko Wardoyo mengatakan, transformasi menuju kendaraan listrik merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan hijau.
“Indomobil ikut mendukung tatanan dunia untuk menghadirkan energi yang lebih bersih dan lebih hijau. Itu salah satu visi dari Indomobil,” ujar CEO Indomobil Group, **Santiko Wardoyo **dalam kegiatan Indomobil Expo di Deli Park Medan. (18/8/2026).
Menurutnya, perkembangan kendaraan listrik juga tidak terlepas dari kebijakan pemerintah Indonesia yang terus mendorong penggunaan kendaraan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
“Pemerintah Indonesia saat ini sangat mendorong masyarakat menggunakan kendaraan yang hemat energi dan bersih. Jadi Indomobil mengikuti tren dunia dan juga arah kebijakan pemerintah,” katanya.
Indomobil Sudah Punya Tujuh Merek EV
Untuk menjawab perubahan kebutuhan pasar, Indomobil terus memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi.
Saat ini, Indomobil menaungi sekitar 21 merek otomotif jika mencakup berbagai jenis kendaraan, termasuk kendaraan berbahan bakar konvensional, kendaraan listrik, sepeda motor hingga kendaraan komersial.
Khusus kendaraan listrik roda empat, Indomobil telah memiliki sedikitnya tujuh merek.
“Kalau EV, mobil EV saja ada tujuh brand sekarang,” ujarnya.
Sejumlah merek kendaraan listrik yang berada dalam ekosistem Indomobil antara lain Nissan, Kia, Aion, Citroën, Leapmotor dan Changan, serta merek premium Hongqi.
Keberagaman merek tersebut menjadi strategi Indomobil untuk menjangkau konsumen dari berbagai lapisan, mulai dari segmen entry level hingga kendaraan premium.
Pangsa Pasar EV Nasional Mendekati 25 Persen
Manajemen Indomobil juga mengungkapkan perkembangan signifikan pangsa pasar kendaraan listrik nasional.
Menurutnya, apabila kendaraan komersial dikeluarkan dari perhitungan, pangsa pasar mobil listrik nasional saat ini telah mendekati 25 persen.
“Kalau kita bicara data, penjualan mobil listrik itu sebetulnya kalau kita keluarkan commercial vehicle sudah hampir 25 persen. Itu dicapai dalam waktu sekitar tiga tahun,” ujarnya.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang cukup cepat. Sebelumnya, pangsa pasar mobil listrik nasional disebut masih berada di kisaran 11 persen pada tahun lalu.
“Kalau tahun lalu market share mobil listrik sekitar 11 persen. Tahun ini sudah hampir 25 persen kalau commercial vehicle dikeluarkan,” katanya.
Pertumbuhan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kendaraan listrik mulai mendapatkan tempat yang semakin besar di pasar otomotif Indonesia.
Indomobil sendiri mengaku telah mengambil posisi sebagai salah satu pionir dalam pengembangan pasar kendaraan listrik nasional sejak beberapa tahun terakhir.
Perusahaan memulai penguatan portofolio EV melalui sejumlah merek, kemudian terus menambah pilihan kendaraan listrik seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Dari Entry Level hingga Super Premium
Sementara itu CEO atau Presiden Direktur PT Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw menilai kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik sangat beragam. Karena itu, perusahaan tidak hanya mengandalkan satu atau dua merek, tetapi menghadirkan produk dari berbagai segmen.
“Kita menyediakan dari entry level sampai yang super premium juga ada. Karena kebutuhan market Indonesia sangat beragam,” ujarnya.
Strategi tersebut dinilai penting untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik karena konsumen memiliki kemampuan ekonomi, kebutuhan mobilitas dan preferensi yang berbeda.
Selain harga dan teknologi, Indomobil juga menempatkan layanan purnajual serta ketersediaan suku cadang sebagai bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen.
“Yang pasti semuanya kita jaga di after sales dan ketersediaan spare part,” katanya.
EV Dinilai Akan Terus Berkembang
Dengan pertumbuhan pangsa pasar yang signifikan dalam waktu relatif singkat, Indomobil melihat kendaraan listrik memiliki prospek kuat dalam industri otomotif Indonesia.
Perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada kendaraan roda empat, tetapi juga mulai terlihat pada kendaraan roda dua dan kendaraan komersial.
Indomobil memandang perkembangan tersebut sebagai efek berantai dari perubahan teknologi, kebijakan energi, kebutuhan efisiensi serta tuntutan masyarakat terhadap kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
“Kalau melihat tren ke depannya, memang sudah pasti EV,” tegasnya.
Namun, menurutnya, tantangan utama tetap bagaimana kendaraan listrik mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat Indonesia, terutama dari sisi efisiensi biaya dan stabilitas pengeluaran mobilitas.
Karena itu, Indomobil berupaya menyediakan pilihan kendaraan listrik yang semakin beragam, sehingga masyarakat dapat memilih produk sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Perkembangan pasar tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik mulai bergerak dari sekadar alternatif menjadi salah satu kekuatan utama dalam peta industri otomotif nasional.
