MEDAN – Dalam rangka menyambut Rapat Kerja I dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) menggelar berbagai kegiatan sosial yang melibatkan wartawan dan keluarga besar organisasi pers tersebut.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah memberikan tali asih berupa paket sembako kepada sejumlah wartawan senior yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi PWPM untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memberikan perhatian kepada para senior yang selama ini telah memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia jurnalistik di Kota Medan.
Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan, Kamis (13/8/2026), dengan mengunjungi sejumlah wartawan senior secara langsung
Ketua PWPM, Muhammad Edison Ginting, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Rapat Kerja (Raker) I dan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Menurutnya, Raker dan peringatan kemerdekaan tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga harus diwujudkan melalui kepedulian sosial dan memperkuat hubungan antargenerasi di kalangan insan pers.
“Ini merupakan bagian dari upaya kita menyambung silaturahmi dengan para wartawan senior. Mereka adalah orang-orang yang sudah lebih dahulu berjuang dan memberikan warna bagi perkembangan jurnalistik, khususnya di Kota Medan,” ujar Edison di sela-sela kegiatan.
Ia mengatakan, PWPM ingin menjadikan momentum HUT RI ke-81 sebagai kesempatan untuk mengenang sekaligus memberikan penghargaan kepada para wartawan senior.
Menurut Edison, pemberian sembako tersebut memang tidak seberapa jika dilihat dari nilai materinya. Namun, yang jauh lebih penting adalah perhatian dan kepedulian dari generasi wartawan saat ini kepada para senior.
“Nilainya mungkin tidak seberapa, tetapi semangat berbagi dan silaturahmi inilah yang ingin kita bangun. Kita tidak boleh melupakan senior-senior kita yang telah lebih dahulu berkiprah di dunia jurnalistik,” katanya.
Selain kegiatan sosial, PWPM juga menggelar sejumlah perlombaan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Berbagai permainan tradisional dan permainan yang akrab di kalangan masyarakat, seperti dam domino, catur dan congkak, menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Edison menyebutkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun suasana kebersamaan dan kekeluargaan di antara anggota PWPM.
“Selain berbagi, kita juga ingin menciptakan suasana kebersamaan. Karena itu ada perlombaan dam domino, catur, congkak dan kegiatan lainnya. Semangatnya adalah merayakan kemerdekaan dengan penuh kebersamaan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, PWPM juga berkolaborasi dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan antara insan pers dengan Pemerintah Kota Medan, khususnya dalam membangun komunikasi yang sehat dan konstruktif.
Edison menegaskan, wartawan memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Karena itu, hubungan yang baik antara pemerintah dan insan pers perlu terus dijaga tanpa menghilangkan fungsi pers sebagai kontrol sosial.
“Kolaborasi ini tentunya kita harapkan dapat terus berjalan. Pers mempunyai fungsi memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus melakukan kontrol sosial. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa bersama-sama memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kota Medan,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan sosial tersebut, pengurus PWPM mendatangi sejumlah wartawan senior, di antaranya Hj. Mardiana, H. Marjili, Zulfikar Tanjung, Sriati, Idris Pasaribu dan Nurlinsyah.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Selain menyerahkan bantuan sembako, pengurus PWPM juga berdialog dan bernostalgia bersama para wartawan senior mengenai perjalanan dunia jurnalistik di Kota Medan.
Menurut Edison, pertemuan dengan para senior tersebut menjadi pelajaran berharga bagi wartawan generasi sekarang. Banyak pengalaman, perjuangan dan dinamika dunia pers yang dapat diwariskan kepada generasi muda.
“Dari para senior inilah kita banyak belajar. Mereka memiliki pengalaman panjang dalam menjalankan profesi sebagai wartawan. Karena itu, hubungan seperti ini harus terus dijaga,” katanya.
Ia berharap kegiatan sosial dan kebersamaan yang digelar PWPM tidak berhenti hanya pada momentum HUT Kemerdekaan RI. Menurutnya, perhatian terhadap wartawan senior serta penguatan solidaritas sesama insan pers harus menjadi bagian dari semangat organisasi ke depan.
“Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan menjadi tradisi positif PWPM. Kita ingin organisasi ini bukan hanya menjadi wadah silaturahmi wartawan, tetapi juga mempunyai kepedulian terhadap sesama,” pungkas Edison.
