-->

Trio Ambisi Hipnotis Ribuan Penonton di PRSU 2026, Teriakan "Jangan Pensiun!" Menggema di Panggung Utama

Malam ke-22 Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026 berubah menjadi lautan nostalgia. Grup musik legendaris Trio Ambisi sukses menghipnotis

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN
– Malam ke-22 Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026 berubah menjadi lautan nostalgia. Grup musik legendaris Trio Ambisi sukses menghipnotis ribuan pengunjung yang memadati panggung utama PRSU, Sabtu (25/7/2026) malam.

Selama hampir satu jam, trio asal Sumatera Utara yang telah mewarnai perjalanan musik Batak selama lebih dari tiga dekade itu membawakan sederet lagu hits yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lintas generasi.

Sejak lagu pertama dimainkan, Andy Situmorang, Eli Simanjuntak, dan Joe Harlen Simanjuntak langsung membangun suasana hangat. Harmoni vokal khas Trio Ambisi berpadu dengan lirik-lirik yang sarat makna membuat ribuan penonton larut bernyanyi bersama.

Tak sedikit penonton yang mengangkat telepon genggam untuk mengabadikan momen tersebut, sementara lainnya berjoget dan bernyanyi mengikuti setiap bait lagu yang telah akrab di telinga sejak puluhan tahun lalu.

Suasana mencapai puncaknya ketika Trio Ambisi membawakan lagu legendaris "Jangan Sampai Tiga Kali." Dari tengah kerumunan, terdengar lantang suara seorang penggemar yang berteriak, "Jangan pensiun!"

Seruan spontan itu langsung disambut tepuk tangan dan sorak-sorai ribuan penonton, seolah menjadi simbol kecintaan masyarakat terhadap grup vokal yang hingga kini tetap eksis di hati para pencinta musik Batak.

"Malam ini kami memang datang khusus untuk mendengar lagu-lagu Ambisi," ujar salah seorang pengunjung yang hadir bersama keluarganya.

Sepanjang pertunjukan, penonton yang didominasi kaum ibu tampak hafal setiap lirik lagu. Mereka ikut bernyanyi, berjoget, bahkan beberapa terlihat larut dalam nostalgia mengenang masa-masa ketika lagu-lagu Trio Ambisi begitu populer.

Usai tampil, Andy Situmorang menceritakan bahwa Trio Ambisi dibentuk oleh Charles Simbolon pada tahun 1989. Sejak saat itu, grup tersebut telah melahirkan banyak album dan lagu yang masih dikenang hingga sekarang.

Menurut Andy, sambutan luar biasa dari masyarakat Sumatera Utara menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh personel.

"Ternyata respons masyarakat masih luar biasa. Kami sendiri merasa sudah menjadi grup legendaris di tengah perkembangan industri musik. Namun malam ini membuktikan bahwa penggemar masih mengenal dan mencintai Trio Ambisi. Itu kebanggaan terbesar bagi kami," ujarnya.

Ia menilai antusiasme penonton dari berbagai kelompok usia menjadi bukti bahwa musik Batak tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Yang tua dan muda sama-sama menikmati. Mungkin dulu orang tua mereka sering memutar lagu-lagu Ambisi di rumah, sehingga anak-anak sekarang ikut mengenal dan penasaran," katanya.

Bagi masyarakat Sumatera Utara, musik Batak bukan sekadar hiburan. Lagu-lagunya menjadi media yang merekam perjalanan hidup, kisah cinta, kerinduan kepada kampung halaman, nilai kekeluargaan, hingga perjuangan di tanah rantau.

Karena itu, kehadiran Trio Ambisi di panggung PRSU ke-50 bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menghidupkan kembali identitas budaya yang telah melekat kuat dalam kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Eli Simanjuntak menilai PRSU memiliki peran penting sebagai etalase budaya Sumatera Utara yang mempertemukan seni, tradisi, kuliner, pariwisata, dan produk kreatif masyarakat dalam satu ruang bersama.

"Sumatera Utara memiliki kekayaan budaya dan kuliner yang luar biasa. Semoga PRSU ke depan semakin meriah sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada generasi muda," ujarnya.

Sepanjang penampilannya, Trio Ambisi membawakan sejumlah lagu yang telah menjadi ikon musik Batak, di antaranya Jangan Sampai Tiga Kali, Unang Au Sai Solsoli, Kemesraan Antara Kita Berdua, Unang Parmeam-Meam, Mana Mungkin Mendua Hati, Cinta yang Tulus, hingga Demi Kau dan Si Buah Hati.

Penampilan tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan selama penyelenggaraan PRSU ke-50 Tahun 2026. Di tengah derasnya arus musik modern, Trio Ambisi membuktikan bahwa karya-karya yang lahir dari akar budaya tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Malam itu, panggung utama PRSU bukan hanya menjadi arena hiburan, tetapi juga ruang yang menyatukan kenangan, memperkuat identitas budaya, serta menegaskan bahwa musik Batak akan terus hidup, dicintai, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Share:
Komentar

Berita Terkini