-->

Rico Waas Tinjau Bedah Rumah, Jaipah: Dulu Hujan Cari Baskom, Sekarang Bisa Tidur Tenang

Senyum haru terpancar dari wajah Jaipah, warga Jalan Bunga Sakura, Lingkungan I, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. Selama lebih

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN
– Senyum haru terpancar dari wajah Jaipah, warga Jalan Bunga Sakura, Lingkungan I, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. Selama lebih dari dua dekade, perempuan itu hidup dalam rumah yang nyaris tak pernah benar-benar melindunginya dari hujan dan angin.

Setiap kali langit mendung, ia dan keluarganya tidak sibuk menutup pintu atau jendela, melainkan mencari baskom untuk menampung air yang menetes dari atap rumah yang bocor di berbagai sudut.

Dinding rumah yang lapuk pun hanya ditambal seadanya menggunakan lembaran seng bekas. Perbaikan dilakukan sedikit demi sedikit, menyesuaikan kondisi ekonomi keluarga.

"Kalau ada uang, beli satu keping seng. Nanti kalau ada rezeki lagi, beli lagi satu keping. Begitulah terus," kenangnya.

Namun, penderitaan yang telah dijalani selama lebih dari 20 tahun itu kini berakhir. Rumah Jaipah menjadi salah satu penerima manfaat Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Kota Medan.

Saat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas mengunjungi rumahnya, Rabu (5/8/2026), Jaipah tak mampu menyembunyikan rasa syukur.

Dengan mata berbinar, ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Medan yang telah mewujudkan impian keluarganya memiliki rumah yang layak.

"Kami mengucapkan terima kasih ya, Pak Wali. Sekarang rumah kami sudah enak, tenang. Kalau hujan kami tidak takut lagi. Dulu kalau angin kami takut, kalau hujan sibuk cari baskom," ucap Jaipah penuh haru.

Ia mengaku bahkan sudah tidak ingat lagi kapan pertama kali rumahnya mulai rusak. Yang ia tahu, kondisi itu sudah berlangsung sangat lama.

"Atapnya bocor di mana-mana. Dindingnya juga rusak," katanya.

Selama bertahun-tahun, keluarganya hanya mampu memperbaiki rumah sedikit demi sedikit sesuai kemampuan ekonomi.

"Ada uang satu keping seng dibeli. Dinding yang bocor pun kami tutup pakai seng," tuturnya.

Kini, setelah rumahnya selesai direhabilitasi, Jaipah merasakan perubahan besar dalam kehidupannya.

"Sudah enak sekarang," ujarnya singkat dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.

Rico Waas Minta Kualitas Bedah Rumah Tidak Asal Jadi

Rumah Jaipah merupakan satu dari tiga rumah penerima manfaat Program RTLH yang ditinjau langsung Wali Kota Medan di Kecamatan Medan Tuntungan.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan hasil pekerjaan benar-benar sesuai standar sebelum diserahkan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas masih menemukan beberapa bagian pekerjaan yang perlu disempurnakan, terutama pada proses pengecatan. Ia meminta seluruh pelaksana menyelesaikan pekerjaan secara maksimal dan tidak asal selesai.

"Kalau diberikan kepada masyarakat, berikan yang terbaik. Kerjakan yang terbaik. Jangan sampai begitu diserahkan pekerjaannya masih setengah-setengah. Masyarakat berhak mendapatkan rumah yang benar-benar layak," tegas Rico.

Menurutnya, kualitas bangunan menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Medan karena program RTLH bukan sekadar memperbaiki rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Rumah yang layak, kata Rico, akan menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak.

Target 213 Rumah Direhabilitasi Tahun Ini

Rico Waas menjelaskan, seluruh penerima bantuan RTLH diusulkan melalui pemerintah kelurahan dan kecamatan. Selanjutnya, usulan tersebut dibahas melalui musyawarah sebelum diverifikasi berdasarkan kondisi rumah, tingkat kelayakan, serta data kesejahteraan calon penerima.

"Tidak semua langsung menerima. Ada proses verifikasi agar bantuan benar-benar tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan," jelasnya.

Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Medan menargetkan rehabilitasi 213 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di seluruh kecamatan.

Meski demikian, Rico mengakui jumlah tersebut belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan masyarakat yang masih menempati rumah tidak layak huni. Karena itu, program ini akan terus dilanjutkan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.

Setiap unit rumah memperoleh anggaran rehabilitasi sebesar Rp120 juta yang seluruhnya bersumber dari APBD Kota Medan.

Melalui program tersebut, Pemko Medan berharap semakin banyak warga yang dapat menikmati hunian yang aman, sehat, dan layak, sehingga kualitas hidup masyarakat dapat terus meningkat seiring pembangunan kota.

Share:
Komentar

Berita Terkini