
Anggota DPRD Medan, Dr. Dra. Lily, MBA, MH,
MEDAN – DPRD Kota Medan berharap Pemerintah Kota (Pemko) Medan dapat menentukan skala prioritas pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mewujudkan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan.
Selain itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait diminta segera menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun anggota DPRD Medan melalui kegiatan reses.
Harapan tersebut disampaikan anggota DPRD Medan, Dr. Dra. Lily, MBA, MH, saat menyampaikan laporan hasil Reses VI Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026 Daerah Pemilihan (Dapil) I dalam rapat paripurna DPRD Medan, Senin (31/8/2026).
Dapil I meliputi Kecamatan Medan Barat, Medan Petisah, Medan Helvetia, dan Medan Baru. Anggota DPRD Medan dari Dapil tersebut antara lain Lily, Renville P. Napitupulu, Robi Barus, dan Rajudin Sagala.
“Dari reses ini disarankan kepada Pemko Medan melalui Bappeda agar lebih membangun sinergitas untuk mengakomodasi saran dan pendapat maupun rumusan permasalahan dalam Pokok-Pokok Pikiran DPRD yang diperoleh dari hasil penjaringan aspirasi masyarakat sebagai bahan perumusan kegiatan,” ujar Lily.
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, berbagai persoalan masih kerap disampaikan masyarakat saat pelaksanaan reses anggota DPRD Medan.
Permasalahan tersebut di antaranya menyangkut kondisi jalan, drainase, banjir, lampu penerangan jalan umum, layanan BPJS Kesehatan, administrasi kependudukan, keamanan, hingga persoalan sampah.
Jalan dan Drainase Masih Dikeluhkan
Lily menyampaikan, warga Jalan Notes Gang Sosial, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, meminta perbaikan Jalan Notes Gang Sosial menuju Jalan Sampul yang disebut telah mengalami kerusakan cukup parah dan belum mendapat perbaikan selama beberapa tahun.
Keluhan serupa disampaikan warga Jalan PWS Gang Mawar yang meminta perbaikan jalan di kawasan tersebut karena kondisinya rusak dan berlubang.
Sementara itu, warga Jalan Klambir V Gang Bunga, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, meminta pemerintah melakukan pembangunan atau pembetonan dinding pinggiran sungai untuk mencegah terjadinya longsor.
Menurut warga, setiap terjadi banjir, tanah di pinggiran sungai terus mengalami pengikisan.
Masalah pelebaran dan pengorekan drainase juga menjadi perhatian warga di Kecamatan Medan Petisah dan Medan Helvetia. Warga berharap saluran air dapat berfungsi dengan baik sehingga air hujan tidak tersumbat dan dapat mengurangi risiko banjir.
Selain itu, drainase yang tidak berfungsi dengan baik juga dikhawatirkan dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Warga Minta LPJU dan Kemudahan Layanan Digital
Warga Jalan Pasar I Ujung, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, juga meminta pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU).
Permintaan serupa turut disampaikan warga Jalan Setia Baru yang mengeluhkan kondisi sejumlah lampu jalan yang tidak berfungsi.
Di bidang pelayanan kesehatan, warga Medan Helvetia dan Medan Barat menyampaikan kendala dalam mengakses layanan kesehatan secara digital.
Sebagian warga, khususnya yang tidak memiliki telepon seluler, mengalami kesulitan mendaftar layanan kesehatan melalui aplikasi JKN Mobile.
Karena itu, masyarakat berharap pelayanan secara manual tetap dapat diberikan, misalnya dengan menggunakan fotokopi kartu BPJS atau KTP bagi warga yang tidak mampu mengakses layanan digital.
Persoalan serupa juga dialami warga lanjut usia di Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru, dan Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat.
Warga mempertanyakan mekanisme penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dalam pendataan program perlindungan sosial. Sebab, tidak semua warga lanjut usia memiliki telepon seluler atau mampu menggunakan aplikasi digital.
Keamanan dan Sampah Jadi Perhatian
Selain persoalan infrastruktur dan pelayanan publik, masalah keamanan juga menjadi aspirasi masyarakat.
Warga Jalan Pasar I Gang Saurma, Kecamatan Medan Helvetia, meminta agar aparat meningkatkan patroli di kawasan tersebut karena masyarakat mengaku resah dengan maraknya aksi pencurian pada malam hari.
Permintaan serupa juga disampaikan warga Jalan Pantai Timur Pasar II, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia.
Terkait persoalan kebersihan, warga Jalan Pantai Timur Pasar II meminta pemerintah mengatur jadwal pengangkutan sampah secara lebih teratur karena pengambilan sampah dinilai sering tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Sementara warga Jalan Pembangunan Gang Melati, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, mengeluhkan masih adanya masyarakat yang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan.
Warga berharap sampah yang menumpuk dapat segera dibersihkan dan dilakukan penanganan agar persoalan tersebut tidak terus berulang.
“Untuk itu, melalui OPD terkait, kami meminta agar segera melakukan percepatan pelayanan publik sesuai bidang yang menjadi urusannya, dengan tujuan memberikan kebermanfaatan bagi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Lily.