-->

Sumut Kembangkan Kawasan Perikanan dari Hulu ke Hilir, Produksi dan Kesejahteraan Nelayan Jadi Sasaran

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu potensi ekon

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu potensi ekonomi daerah.

Pengembangan dilakukan melalui program kawasan unggulan perikanan tangkap dan budidaya dengan pendekatan dari hulu hingga hilir. Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong nilai tambah hasil perikanan serta kesejahteraan masyarakat yang bergerak di sektor tersebut.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Utara Imaida Noor Hasibuan didampingi, Kepala Bidang, di antaranya Kabid Perikanan Tangkap Jenny Masniari Sinaga,S.Pi, M.Si Kabid Budidaya dan Pengolahan Muhammad Riza Kurnia Lubis. S.Pi, M.Si, Kabid KP3K Fitra Kurnia, serta Kabid PSDKP Jafar Sidik.SH.MH.dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (17/9/2026).

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut, Imaida, mengatakan sejumlah program strategis daerah telah disiapkan untuk mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan di Sumatera Utara.

Dalam pemaparan tersebut, Kabid Perikanan Tangkap Jenny Masniari Sinaga menjelaskan pengembangan kawasan unggulan perikanan tangkap dilakukan berdasarkan potensi produksi dan karakteristik masing-masing wilayah.

Total produksi perikanan Sumatera Utara pada 2025 tercatat mencapai 382.127,77 ton. Data produksi tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan kawasan yang menjadi prioritas pengembangan.

Untuk perikanan tangkap, pengembangan dilakukan di kawasan pantai barat dan pantai timur Sumatera Utara. Sejumlah daerah yang menjadi perhatian antara lain Tapanuli Tengah, Sibolga, Batu Bara, Asahan dan Tanjungbalai.

Potensi perikanan di kawasan tersebut cukup beragam, mulai dari cakalang, tongkol, tenggiri, tuna sirip kuning, kembung, layang, selar, tembang, kuwe, bawal hingga udang dan cumi-cumi.

Pengembangan kawasan tidak berhenti pada penyediaan sarana bagi nelayan. DKP Sumut juga menyiapkan konsep hilirisasi melalui pengolahan hasil perikanan.

Nelayan di kawasan prioritas mendapatkan dukungan berupa kapal, alat tangkap, GPS maupun coolbox sesuai kebutuhan. Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap dampak bantuan tersebut, terutama terhadap peningkatan pendapatan nelayan.

Selain perikanan tangkap, pengembangan juga dilakukan melalui sektor perikanan budidaya.

Sejumlah kegiatan perikanan budidaya telah dilaksanakan di beberapa kabupaten/kota sepanjang 2026. Di antaranya Tapanuli Selatan, Deli Serdang, Simalungun, Karo, Dairi, Serdang Bedagai, Langkat dan Batu Bara.

Bantuan yang diberikan mencakup calon induk ikan, pakan, benih serta mesin pencetak pelet pakan ikan.

Komoditas yang dikembangkan dalam program tersebut antara lain ikan lele, nila dan ikan mas.

"Masih terbatas di air tawar," ujar jajaran DKP Sumut dalam pemaparan tersebut.

Program bantuan budidaya tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pembudidaya ikan sekaligus meningkatkan produksi perikanan air tawar di sejumlah daerah.

Di sisi lain, DKP Sumut juga menjalankan program perlindungan bagi nelayan. Sebanyak 6.100 nelayan mendapatkan fasilitas asuransi yang tersebar di 25 kabupaten/kota.

Selain itu, terdapat bantuan life jacket bagi 74 kelompok nelayan serta bantuan kapal berkapasitas 5 GT berikut alat tangkap di sejumlah kawasan prioritas.

Pengembangan kawasan perikanan tersebut juga terintegrasi dengan program Kampung Nelayan Merah Putih. Pada 2025, terdapat empat Kampung Nelayan Merah Putih di Sumatera Utara, yakni di Langkat, Serdang Bedagai, Asahan dan Batu Bara.

Pembangunan empat kawasan tersebut disebut telah mencapai sekitar 99 persen dan direncanakan diserahterimakan pada akhir September atau awal Oktober 2026.

Sementara pada 2026, Sumatera Utara mendapatkan sekitar 18 Kampung Nelayan Merah Putih yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Nias Selatan, Gunungsitoli dan Kabupaten Nias.

Dengan pengembangan perikanan tangkap dan budidaya secara terintegrasi, Pemprov Sumut berharap sektor kelautan dan perikanan dapat semakin memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Penguatan produksi di tingkat hulu, dukungan sarana produksi, pengolahan hingga pemasaran menjadi bagian dari strategi agar potensi perikanan Sumatera Utara memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Share:
Komentar

Berita Terkini